Sunday, September 29, 2013

Info lowongan kerja Perawat - PELUANG KERJA KE AMERIKA, AUSTRALIA, NEW ZEALAND DAN KANADA

BNP2TKI (29/9) – Tingginya permintaan dunia akan tenaga kerja profesional sektor kesehatan dari Indonesia harus disikapi serius, baik oleh pemerintah maupun oleh para lembaga penyedia pendidikan dan instansi terkait lainnya.
“Dunia meminta 4.035.484 orang perawat Indonesia dari pelbagai kualifikasi untuk kebutuhan hingga 2015 mendatang,” ujar Direktur Promosi Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Dr Endang Sulistyaningsih, ketika memberikan materi pada Rapat Koordinasi Potensi Tenaga Kerja Sektor Kesehatan BNP2TKI, di Hotel Arjuna, Bandung, Rabu (29/9)
Menurut Endang, dari total permintaan 4 juta lebih perawat itu, berasal dari Kawasan Asia Pasifik 225.484 orang, Australia dan New Zealand 210.000 orang, Amerika dan Kanada 1.600.000 orang, Timur Tengah 400.000 orang, Eropa 600.000 orang, dan ASPASAF (Asia Pasifik dan Afrika) 1.000.000 orang.
Dia menjelaskan, sebelum ini, sejak tahun 2008, BNP2TKI telah menempatkan perawat dan pendamping lanjut usia (caregiver) ke negara Jepang. Program penempatan dengan skema Government to Government (G to G) itu telah berhasil menempatkan hampir 700 orang perawat dari permintaan 1.000 perawat.
Soal skema penempatan, kata Endang, pemerintah juga mendorong penempatan perawat G to P (Pemerintah kepada Swasta).
Sementara itu Staf Khusus Dirjen Dikti Bidang Kedokteran dan Kesehatan Kemendiknas Dr dr Arsitawati P Rahardjo mengingatkan pengalaman Filipina yang terlalu gencar menempatkan perawat ke luar negeranya, namun di dalam negerinya malah kekurangan perawat.
“Banyak perawat Indonesia yang baru lulus kini bekerja di Filipina. Dan setelah memiliki pengalaman mereka di kirim ke negara maju,” ujarnya.
Arsitawati menambahkan, pihaknya juga sedang mengembangkan system online terkait penyiapan SDM Tenaga Kesehatan yang akan di link (dihubungkan) dengan BNP2TKI. Tujuannya agar database personal para siswa sekolah perawat bisa sejak dini dipergunakan sebagai pengembangan SDM penempatan TKI Kesehatan ke luar negeri.
Menanggapi harapan peserta, Endang menegaskan Rakor Potensi Peluang TKI Sektor Kesehatan ini akan membentuk Kelompok Kerja (Pokja) guna membahas masalah yang meliputi factor demand dan supply yang lebih rinci untuk pembuatan database, soal sertifikasi kompetensi, skema pendanaan, dan rencana strategis penempatan TKI ke luar negeri.
Senada dengan Arsitawati, Direktur Promosi BNP2TKI mengatakan pihaknya tetap akan mengutamakan ketersediaan perawat untuk kebutuhan di dalam negeri. Hal ini perlu dilakukan agar tidak terjadi kekosongan kebutuhan di dalam negeri.

No comments:

Post a Comment