Jepang saat ini tengah membuka lowongan kerja untuk perawat sebagai
tenaga kerja magang. Rekruitmen tenaga kerja ini dimulai awal 2013
nanti, tanpa ada pembatasan jumlah.
“Jepang bersedia menerima
perawat dengan rincian, 70 persen perempuan dan 30 persen pria, tanpa
batasan jumlah yang bakal dibutuhkan,” kata Kepala Balai Pelayanan,
Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Aceh,
Mukhtar S.Sos, kepada Serambi, Jumat (23/9).
Dia menjelaskan,
para perawat yang direkrut dan dikirim ke Jepang nanti, akan dibatasi
tinggal selama empat tahun. Namun mereka dapat melampaui waktu tinggal
atau pemagangan, jika lulus ujian untuk perawat atau menerima sertifikat
perawat resmi dari negara Jepang.
Mukhtar menambahkan, tenaga
keperawatan asal Aceh ini, dimagangkan sebagai asisten di rumah sakit
dan fasilitas keperawatan setelah menerima pelatihan bahasa Jepang.
Perjanjian ini telah ditandatangani Kementerian Tenaga Kerja
Transmigrasi dan BNP3TKI Pusat Jakarta.
Departemen Kesehatan
Jepang memperkirakan Negeri Sakura sendiri, sebut Mukhtar membutuhkan
belasan ribu tenaga keperawatan. Begitupun, sejauh ini pihaknya belum
bisa memastikan jumlah pasti tenaga keperawatan asal Aceh yang
diperlukan Jepang. “Ini program nasional. Namun, pihaknya berusaha
meyakinkan BNP2KI Pusat, agar Aceh mendapat prioritas utama mengirim
perawat ke luar negeri,” kata Mukhtar
No comments:
Post a Comment