Bandung,
BNP2TKI, Kamis (4/10) – Guna mengantisipai permintaan tenaga perawat
dari Australia, Direktorat Pemetaan dan Harmonisasi Kualitas (PHK)
Tenaga Kerja Luar Negeri (TKLN) II BNP2TKI menggelar Workshop Lembaga
Penyedia Calon TKI Kesehatan di Hotel Le’ Aries, Bandung, Kamis (4/10).
Menurut
Direktur PHK KLN II Elia Rosalina Afif, workshop ini diikuti oleh 42
peserta dari BNP2TKI, Kemnakertrans, BNSP, Kemenkes dan agensi dari
Yordania.
Deputi Kerjasama Luar Negeri dan Promosi BNP2TKI Endang
Sulistyaningsih berharap ada paparan tentang peta deman dan supply
terkait sektor perawat. Selain itu, untuk mendukung pembiayaan
penempatan TKI perawat ke Australia juga diundang pembicara yaitu senior
advisor BNP2TKI, Aries Mufti.
Kasubdit Pusrenguskes Kemenkes Eka J
Singka membahas tentang peran Kebijakan Penyiapan TKI Perawat
menghadapi pasar kerja Internasional. Adapun dari pembicara Sugianto
dari BNSP akan mengulas tentang Sistem Sertiikasi Nasional khusus untuk
perawat dan pembicara dari BNP2TKI, Elfrida Herawati yang mengulas
tentang peluang kerja TKI di luar negeri serta dari PPNI tentang peran
dan fungsi PPNI dalam menciptakan tenega kerja perawat yang berkualitas
di dunia internasional.
Agensi dari Yordania, Hadianto Joko
mengulas tentang peluang kerja di Yordania. Workshop yang diadakan
selama 1 hari penuh ini dihadiri oleh para peserta dari Sekolah Tinggi
Kesehatan dari Bandung dan Serang, Banten. Melalui workhop ini Elin
mengharapkan ada sinergitas antara instansi pemerintah dan swasta
dalamupaya penyiapan TKI perawat yangakan ditempatkan ke Australia.
“Workshop
ini dimaksudkan untuk saling sharing info bagi lembaga penyedia
kesehatan tentang bagaimana menyediakan tenaga kesehatan yang sesuai
permintaan. Selaku produsen TKI Kesehatan ibu-ibu dan bapak nantinya
bisa match dengan permintaan di dunia internasional,” tandasnya.
Karena
itu, kata Elin - panggilan akrab Elia Rosalina Afis - dari workshop ini
nantinya akan ada tim kecil yang akan membuat pilot project tentang
penyiapan TKI perawat ke Australia. Tim kecil ini akan membahas
tindaklanjut masalah yang berkembang seperti soal sertifikasi nasional
sektor keperawatan, mekanisme pembiayaan dan hal-hal terkait
lainnya.Dijelaskan Elin, terkait pelayanan kesehatan di luar negeri
selama ini ada beda protap.
Ia mencontohkan ada negara di mana
jika ada warga yang sakit dilayani dulu oleh perawat baru kemudian
dengan dokter. Sebaliknya, ada juga yang dirawat lebih dulu oleh dokter
baru kemudian ditindaklanjuti oleh perawat.
Beda pelayanan, kata
Elin, tentu akan beda kurikulumnya, metodelogi dan sebagainya. Karena
itu, soal ini juga harus diabahas di Tim Kecil.
"Intinya,
pemerintah akan terus memfasilitasi upaya lembaga penyedia TKI perawat
agar pada saatnya siap menempatkan TKI ke Australia dan negara lainnya,"
papar Elin. (zul/b)
No comments:
Post a Comment