Tersinggung Dikatain Kinerjanya Tak Becus
MEDAN-PM
Tersinggung dikatain kinerjanya tak becus, 700-an perawat RSUP Adam
Malik Medan melakukan unjukrasa di depan kantor Direktur Utama, kemarin
(2/9) pagi.
Ratusan tenaga medis ini mengaku merasa terhina, setelah Direktur
Utama, Lukmanul Hakim Nasution, menyampaikan amanat agar seluruh staf
rumah sakit meningkatkan kinerjanya yang dinilai masih kurang, khususnya
kepada perawat dianggap tidak sanggup memberikan yang terbaik untuk
melayani pasien.
“Kami dari perawat RSUP Adam Malik Medan hari ini menuntut direksi
untuk lebih fair kepada perawat. Kami ingin direksi menetapkan tugas
sesuai porsi kerja. Direksi menyatakan seorang perawat bertugas merawat
16 pasien. Tidak ada rumus itu, yang ada 1 banding 6, dan perawat bukan
administrator,” teriak Martoni Calvin, yang disambut tepuk tangan
ratusan rekannya sesama perawat.
Untuk itu, lanjut Martoni, pihaknya menuntut agar perawat dihargai
sesuai uraian tugasnya, tidak lagi melaksanakan tugas administrasi,
menyorong pasien dan sebagainya. “Jika sikap Direksi rumah sakit soal
porsi kerja ini tidak berubah, kita akan melakukan mogok kerja dan
langsung ke DPRD Sumut,” katanya.
Bukan itu saja, para perawat juga meminta perbaikan kesejahteraan dan
gizi, karena selama ini mereka belum mendapatkan kesejahteraan yang
memadai. Selain soal porsi kerja, para perawat sempat menyuarakan
tuntutan agar UU Keperawatan segera disahkan.
Dalam orasi yang disampaikannya, Martoni Calvin juga menilai kinerja
Lukmanul Hakim tidak optimal. Sejak Februari 2013 memimpin rumah sakit
tipe A ini, tidak ada perkembangan yang signifikan yang dilakukan.
“Kepemimpinan sekarang ini jalan di tempat. Padahal kita dituntut
memiliki standard internasional. Tapi jasa pelayanan tidak maksimal,”
katanya.
Sementara itu, Dirut RSUP HAM, Lukmanul Hakim Nasution mengakui dalam
apel pagi itu dia menyampaikan beberapa amanat agar seluruh staf rumah
sakit meningkatkan kinerjanya yang dinilai masih kurang. Namun
menurutnya, amanat itu tidak hanya untuk para perawat tetapi kepada
seluruh staf di lingkungan rumah sakit. “Saya menyampaikan tugas pokok.
Tahap awal memang mengenai keperawatan. Saat selesai, mereka tidak
terima dengan arahan saya,” katanya.
Lukmanul menambahkan, hal yang disampaikannya merujuk kepada aturan
yang ada. Dan terkait pernyataannya yang menyinggung, Lukmanul berkilah
para perawat dinilai salah menafsirkan amanatnya tersebut. “Mereka salah
penafsiran. Selama ini SDM (sumber daya manusia) kita memang masih
kurang, tapi kita ingin memberdayakan SDM yang ada. Dengan SDM yang ada
kita berupaya memberikan pelayanan maksimal,” ujarnya.
No comments:
Post a Comment