Kepala Bidang Penempatan Kerja
Dinas Tenaga Kerja provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Zaenal
mengatakan, untuk tahun 2013 negara Jepang membutuhkan 3 ribu tenaga
kerja untuk bidang kesehatan.
Kebutuhan tenaga kerja kesehatan tersebut akan ditempatkan sebagai perawat untuk para orangtua lanjut usia dan panti jompo.
”Jepang membutuhkan tenaga perawat untuk rumah sakit, dan kami sudah
koordinasikan dengan pihak pengelola sekolah kesehatan di NTB,” ujar
Zaenal di kantornya, Kamis (11/7/2013).
Meskipun Jepang membutuhkan banyak tenaga kerja, kata Zaenal, tetapi
minat tenaga perawat yang di NTB masih rendah untuk menjadi TKI ke
Jepang. Pasalnya, pemerintah Jepang dalam melakukan penerimaan cukup
ketat. Untuk tenaga perawat di rumah sakit standar kesehatannya menjadi
ukuran pertama, kemudian tinggi badan, tidak bertato bahkan tidak pernah
ada bekas lubang tindikan dan bekas operasi.
Untuk menyampaikan informasi ini kepada para pengelola sekolah
perawat, pihak Dinas Tenaga kerja NTB bersama BP3TKI sudah mengundang
sejumlah penyelengara pendidikan kesehatan yang ada di NTB.
”Penerimaan ini baru dibuka dan sampai saat ini pendaftaran sedang berlangsung di Dinas Kesehatan dan BP3 TKI NTB,” kata Zaenal.
Selain pemerintah Jepang, Arab Saudi juga sedang membuka penerimaan
tenaga kerja Indonesia (TKI), lebih diutamakan yang bisa berbahasa Arab
secara aktif atau bisa bahasa Inggris
No comments:
Post a Comment